Kenangan Pasar Sekaten



Setiap daerah punya tradisi dan acara khas yang berbeda-beda. Ada sebuah tradisi unik di Jogja. Setiap menjelang maulid nabi, ada perayaan pasar Sekaten yang digelar di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta. Semakin hari akan semakin rame pengunjungnya. Apalagi pada malam hari. Masyarakat Jogja menyebutnya sebagai sekatenan, termasuk salah satu cara pelestarian budaya Jawa (Jogja) dan ada unsur islaminya.


Namun, selama bertahun-tahun datang ke sekatenan (Tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2013) saya tetap kesulitan untuk menemukan simbol atau unsur islami yang dipadukan dengan budaya Jawa di dalam acara sekatenan ini. Jadi, menurut saya sih sekatenan ini lebih pas disebut dengan pasar malam.

Pasar malam? Ya. Di dalamnya ada banyak penjual makanan, barang-barang, jajanan, dan nggak lupa aneka mainan khas seperti tong setan, rumah hantu, bianglala, perahu, dan banyak lagi saya nggak tahu nama permainannya. Kalau makanan atau jajanannya cukup banyak pilihan. Banyak lesehan yang bisa disambangi pengunjung yang ingin makan malam. Ada juga aneka stand pameran (miniatur) kabupaten di Jogja. Satu-satunya unsur tradisional paling kental yang saya temukan adalah panggung keseniaan di tengah Alun-Alun utara yang mementaskan beragam keseniaan Kraton Yogyakarta. Misalnya tari-tarian atau wayang. Sebagai contoh lain, di awal tahun 2011 setelah merapi meletus, di pasar sekaten dipamerkan sebuah sepeda usang yang terkena lahar panas. Sepeda tersebut ditempatkan di depan stand pameran Kabupaten Sleman.


panggung kesenian

Bagi saya, malam sekatenan lebih mirip pesta rakyat. Dulu saya kesana bersama teman-teman dan pacar. Senang dan happy donk...maklum waktu jaman muda hahaha. Wahana permainan cukup menarik seperti kora-kora, mandi bola, rumah hantu, tong setan, bianglala, dan lain-lain. Ih bayangin dah kalo kesana ngajak anak atau ponakan yang masih kecil...bisa diajak mainan mandi bola. Asalkan emak and bapaknya kaga ikutan mainan mandi bola aja ya! Wkwkwkw.

Saya dan teman-teman naik beberapa wahana seperti bianglala dan perahu kora-kora. Senang teriak-teriaknya pas naik kora-kora. Kalau masuk rumah setan juga pernah. Setan boongan dan bau kemenyan doank sih di dalamnya. Tapi lumayan horor karena ditambah efek sound yang khas suara hantu “hihihihihhihihihi”


sepeda yg kena abu merapi

Sayangnya saya engga punya banyak dokumentasi foto :-( Entah deh kalo di sekaten bawaannya udah tenggelam dalam keramaian sampai ngga foto-foto bersama. By the way bagi kamu yang dari luar Jogja dan ke Jogja pas momen sekatenan (sekitar maulid nabi), kenang-kenangan berupa dokumentasi foto juga seru lho. Kamu bisa mengabadikan momen dengan kamera digital, SLR, atau gadget. Foto selfie dan wefie juga asik, pakai tongsis. Harga tongsis ini terjangkau bo. Salah satu website online yang menjualnya adalah www.shopious.com . Klik http://www.shopious.com/items/1152898/Tongsis-bluetooth-3-varian-warna di situ tersedia keterangan mengenai detail barang.


Foto bareng kawan-kawan juga seru pakai superwide yang bisa dibeli di Shopious dengan harga hanya Rp.120.000 ^_^ Narsis dapet, seru-seruan dapet, kenang-kenangan ciamik pun dapet. Yippyyyy!

Di Shopious kamu juga bisa ngeliat aneka macam tongsis lainnya. Banyak pilihan yang tersedia karena Shopious ini merupaka website yang mewadahi berbagai online shop untuk mempromosikan barang dagangannya. Ngga perlu kuatir ketipu, sebab Shopious merupakan solusi belanja online yang aman dan terpercaya.

Intinya, sekatenan tetap seru bagi saya. Semoga aja untuk tahun-tahun berikutnya, penambahan unsur dan atribut khas Jogja lebih diperbanyak dalam perayaan Sekatenan ini. Supaya bisa lebih dibedakan dari sekedar pasar malam yang besar.

Related Posts:

1 Response to "Kenangan Pasar Sekaten"

  1. yang 120 ribu itu barangnya pasti bagus, soalnya saya beli yang harga 50 ribu cepet rusak euy...!

    BalasHapus