Suatu Sore di Pantai Ria Ende

Sore di pantai ria
Tongkrongan di Pantai Ria
 Pantai Ria adalah pantai yang paling ramai di pusat kota Ende. Dengan lokasi strategis yaitu di dekat lapangan PERSE ende, pantai ini kerap dijadikan tempat nongkrong muda-mudi dan masyarakat sekitar. Sambil menikmati suasana senja, pengunjung bisa makan di cafe sederhana yang tersedia. Sore itu, saya, mbak Erma, Julia dan Mbak Ayu main ke pantai Ria naik angkot. Kami cukup membayar karcis Rp.1000/orang. Nggak makan sih, Cuma duduk-duduk saja sambil menunggu matahari terbenam.

Sebenarnya nggak ada yang spesial dari pantai berpasir hitam ini. Malah pemandangannya lebih bagus pantai penggajawa (terkenal dengan batu warna-warninya) dan deretan pantai di pesisir utara pulau Flores seperti pantai maukaro, maurole dan sekitarnya. Hanya saja, keunggulan pantai Ria adalah lokasinya yang strategis dan berada di pusat kota Ende sehingga ramai pengunjungnya.

nampang di musium tenun ikat


Berjalan sekitar beberapa meter dari pantai Ria, terdapat musium Tenun Ikat dan patung Bung Karno. Saya pernah menuliskan tentang patung bung karno di artiket sebelumnya, jadi kali ini ngebahas Musium Tenun Ikat aja. Mengutip informasi dari http://sutarko.blogspot.com/2011/09/ali-abubekar-pae-pengelola-museum-tenun.html  dan http://travel.kompas.com/read/2011/09/15/23155321/Museum.Tenun.Ikat.di.Ende.Belum.Mampu.Miliki.Koleksi.Kain , didapat informasi bahwa pengelolaan Musium Tenun Ikat ini belum optimal dan belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Terbukti bahwa pengelolanya (Ali Abubakar Pae) tidak mendapatkan gaji, serta ketiadaan alokasi pemerintah untuk penambahan jumlah koleksi tenun ikat. Sungguh disayangkan. Seharusnya pemerintah lebih memerhatikan pengelolaan Musium Tenun Ikat dan Rumah Pengasingan Bung Karno :-(

Musium Tenun Ikat memiliki bentuk yang bangunan khas :-) Cukup unik, khas Flores.

Related Posts:

0 Response to "Suatu Sore di Pantai Ria Ende"

Posting Komentar